Presiden Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Nelayan Kini Nikmati Harga Es Lebih Murah
By Admin

Presiden Prabowo Subianto Di Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo
nusakini.com, Gorontalo — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (09/05/2026), sebagai bagian dari perhatian pemerintah terhadap penguatan sektor kelautan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kunjungan tersebut disambut antusias warga dan nelayan setempat yang mulai merasakan manfaat dari hadirnya fasilitas penunjang aktivitas perikanan di kawasan itu. Salah satu perubahan paling dirasakan adalah kemudahan memperoleh es balok untuk kebutuhan melaut.
Tokoh nelayan Leato Selatan, Suhardi Darisse, mengatakan para nelayan kini tidak lagi harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan untuk membeli es seperti sebelumnya.
“Kami ini sudah merasa terbantu. Dulu kebutuhan es harus ambil dari kota dan ada biaya transportasi. Sekarang sudah diantar di sini dan harganya juga lebih murah,” kata Suhardi.
Menurut dia, harga es balok yang sebelumnya mencapai sekitar Rp13 ribu per balok kini turun menjadi Rp6.500 setelah pabrik es di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih mulai beroperasi.
Suhardi menjelaskan kebutuhan es bagi nelayan sangat penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan selama melaut.
“Kalau musim ikan bagus, satu unit usaha bisa membutuhkan sampai 50 balok es dalam semalam,” ujarnya.
Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan saat ini dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari pabrik es, gudang beku ikan, bengkel nelayan, shelter pendaratan ikan, docking perahu, kios perbekalan, hingga tempat perbaikan jaring.
Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih sekaligus pengelola kawasan, Abdul Rahman Lamusu, mengatakan pengelolaan fasilitas dilakukan langsung oleh koperasi kelurahan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Program ini memang dijalankan melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih yang mengelola Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Abdul Rahman.
Ia menyebut pabrik es telah beroperasi sekitar dua bulan terakhir dan mulai dimanfaatkan oleh nelayan sekitar.
Sebelum fasilitas tersedia, nelayan harus menempuh perjalanan hingga 8 sampai 10 kilometer untuk membeli es balok dan bahan bakar.
Dengan hadirnya fasilitas yang lebih dekat dan mudah diakses, masyarakat pesisir berharap aktivitas melaut menjadi lebih efisien dan pendapatan nelayan dapat meningkat. (*)